Plot Twist Karier: Kenapa Saya Balik Lagi Ngeblog (Setelah Sekian Lama Vakum)



Kalau kalian mampir ke profil LinkedIn saya, mungkin kelihatannya "rapi" banget dengan deretan jabatan yang mentereng. Tapi jujurly, kalau CV saya bisa bicara, dia mungkin bakal bilang: "Indra, kita ini sebenarnya lagi ikut wahana roller coaster atau gimana?"

Selamat datang (kembali) di blog saya! Tulisan ini bukan buat pamer pencapaian (karena di atas langit masih ada AC, eh, maksudnya masih banyak yang lebih hebat), tapi lebih ke curhat berfaedah tentang kenapa saya memutuskan untuk mulai menulis lagi di sini setelah cukup lama vakum.


1. Zaman Jadi Guru: Sekolah Kesabaran Tingkat Dewa

Karier saya nggak dimulai dengan meeting di ruang ber-AC. Saya memulainya sebagai Guru Matematika (dari SMP sampai SD di International Green School Sumedang). Di sini saya belajar kalau sabar itu nggak ada batasnya, apalagi kalau murid-murid lagi mode "aktif-aktifnya". Tapi dari sini juga saya belajar gimana caranya bikin orang lain paham sama apa yang kita omongin. Skill ini ternyata kepake banget sampai sekarang: Communication is key, guys.


2. Telemarketer: Mental "Kerupuk" yang Digoreng Jadi Baja

Habis jadi guru, saya "banting setir" jadi Contact Center Telkomsel di Infomedia. Yes, you read that right. Pekerjaan yang paling sering dapat ucapan "Maaf nggak tertarik" (terus ditutup teleponnya secara sepihak). Awalnya mental saya sempat meleyot kayak kerupuk kena air. Tapi lama-lama, saya jadi punya mental baja. Saya belajar negosiasi, belajar baca situasi lewat suara, dan yang paling penting: belajar nggak masukin hati omongan orang. It’s not personal, it’s just business.


3. Head of Enterprise: Si Plot Twist Terbesar

Lalu, hidup membawa saya ke posisi Head of Enterprise Solutions. Dari yang tadinya ditutupin telepon, saya malah harus memimpin 3 divisi sekaligus: Telemarketing, Account Executive, dan Advisory Support. Transisi ini bikin saya sadar: pengalaman jadi guru (cara jelasin sesuatu) dan telemarketer (cara negosiasi) itu ternyata kepingan puzzle yang pas banget buat level ini. Gak ada pengalaman yang sia-sia, sekalipun itu pengalaman yang pengen kita hapus dari ingatan kalau lagi overthinking malam-malam.


Kenapa Akhirnya (Niat) Bikin Blog Lagi?

Sebenarnya ada tiga alasan simpel kenapa saya mulai menulis lagi:

  • Biar Gak Lupa: Memori saya bukan Cloud Storage yang kapasitasnya unlimited. Saya pengen mendokumentasikan apa yang saya pelajari tentang Marketing di Madani Karya, atau gimana perjuangan bangun Monetra.id biar orang-orang lebih melek finansial.

  • Personal Branding (Tapi yang Santai): Saya pengen dikenal bukan cuma karena jabatan, tapi karena value atau pemikiran yang bisa saya bagiin. Itung-itung portofolio digital yang lebih manusiawi daripada sekadar deretan teks di CV.

  • Networking: Siapa tahu dari tulisan iseng ini, saya bisa ketemu teman diskusi, rekan bisnis baru, atau minimal teman sharing yang nasib kariernya sama-sama penuh plot twist.


Apa yang Bakal Ada di Sini?

Ke depannya, blog ini bakal berisi campur aduk antara:

  • Dunia Marketing & Branding: Tips yang saya dapetin dari trial and error (kebanyakan error-nya sih pas awal, hehe).

  • Financial Planning: Obrolan receh tapi penting tentang cara ngatur duit lewat kacamata Monetra.id.

  • Career & Life Balance: Tips navigasi karier buat kalian yang mungkin lagi merasa "salah jurusan" atau lagi berjuang bagi waktu antara kerjaan dan keluarga.


Terima kasih ya sudah mau baca sampai bawah. Kalau kalian punya cerita karier yang lebih plot twist dari saya, yuk ngobrol di kolom komentar!


Mari bertumbuh bareng & konsisten!

0 komentar:

Posting Komentar